PPKG LPPM UNS dan Pemerintah Kabupaten Boyolali Koordinasikan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan

Surakarta, 10 Februari 2026 — Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam rangka koordinasi penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Boyolali Tahun 2025–2029.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung LPPM UNS tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali. Dari Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender LPPM UNS, kegiatan ini diwakili oleh Dr. Rina Herlina Haryanti, S.Sos., M.Si.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama dan tahapan penyusunan PJPK sebagai dokumen strategis yang menjadi arah pembangunan kependudukan Kabupaten Boyolali selama lima tahun. Koordinasi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai kebutuhan data, indikator, metode analisis, pembagian peran, serta mekanisme pelaksanaan kegiatan.

Dr. Rina Herlina Haryanti menyampaikan bahwa penyusunan PJPK perlu dilaksanakan secara komprehensif, berbasis data, dan melibatkan perangkat daerah terkait. Dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menggambarkan kondisi kependudukan, tetapi juga mampu merumuskan arah kebijakan dan program yang responsif terhadap berbagai persoalan kependudukan di Kabupaten Boyolali.

“Peta Jalan Pembangunan Kependudukan diharapkan menjadi acuan yang terukur dan dapat diimplementasikan oleh perangkat daerah. Oleh karena itu, proses penyusunannya harus memperhatikan kesesuaian data, kebutuhan daerah, serta keterkaitan dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan koordinasi ini, PPKG LPPM UNS dan Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen membangun kolaborasi dalam menghasilkan dokumen PJPK yang berkualitas, aplikatif, serta mampu mendukung pembangunan penduduk yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru