Menu Close

Bedah Buku The Climbers di UNS, Mantan Dirut BRI Tekankan Profesionalitas

UNS – Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Bedah Buku The Climbers: Bisa-Jadi-Punya (15 Langkah Strategis Mendaki Karier Puncak) karya Prof. Dr. Djokosantoso Moeljono di Aula Pascasarjana UNS, Senin (24/02/2020). Acara dalam rangka menyambut Dies Natalis Ke-44 UNS merupakan kerjasama PPKG LPPM UNS dan Pasca Sarjana UNS tersebut dihadiri oleh stakeholder Pemkot Solo, peer group PPKG LPPM UNS, para pimpinan Dharma Wanita UNS, mahasiswa S1, S2 dan S3.

Diawali dengan pertanyaan dari Dr. Ir. Retno Setyowati, M.S., Kepala PPKG UNS, perihal maksud Bisa-Jadi-Punya yang menjadi subjudul buku, Prof. Djoko menekankan pentingnya profesionalitas dalam berkarier dan berkarya. Menurutnya, satu hal penting yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum menerima pekerjaan atau kedudukan adalah kompetensi yang mumpuni.

Selama ini, banyak orang mengejar kedudukan tanpa dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kualitas diri. Sehingga ketika menduduki suatu jabatan, tidak dapat berperan dengan maksimal.

“Padahal hal ini berkaitan erat dengan profesionalitas. Pemimpin harus profesional dan mampu memajukan lembaga yang dinaunginya. Maka sebelum mencapai sesuatu, harus bisa dulu. Belajar keras dulu, baru punya hak untuk ‘jadi’,” jelas alumnus Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut.

Sebagaimana judul bukunya, The Climbers yang berarti ‘pendaki’, Prof. Djoko  seseorang yang masih terus ‘mendaki’ puncak dan di usia 80 tahun telah menulis 12 buku tentang kepemimpinan, organisasi dan manajemen. Baginya, menulis buku merupakan salah satu bentuk syukur dan  menyebarluaskan pengalaman dan ilmu yang didapat.

“Ini juga menjadi langkah regenerasi pemimpin. Saya berprinsip, pengganti saya harus lebih pandai dari saya. Jadi saya harus membagikan ilmu ke mereka. Jangan takut tersaingi, jabatan itu bukan milik kita,” imbuhnya.

Tidak hanya menekankan perihal profesionalitas dalam berkarier, Prof. Djoko juga menjelaskan pentingnya kecerdasan spiritual. Bagaimana berupaya untuk terus bergerak di domain positif dan menjaga hubungan dengan Tuhan. Termasuk menghargai waktu, orang lain, dan tentunya pasangan serta keluarga.

Kegiatan diskusi peserta bedah buku The Climbers

“Jadi tidak hanya menonjol dalam karier, tetapi juga berbahagia dalam keluarga.”

Dalam proses penulisan buku tersebut, Prof. Djoko banyak menggunakan kebudayaan lokal, khususnya nilai-nilai filosofis Jawa Mataram yang menunjukkan daya juang dan tekad kuat dalam mencapai tujuan. Buku ini juga didasarkan pada pengalaman pribadinya selama meniti karier dalam hidup, bukan hanya teori belaka dari berbagai riset milik orang lain. Itulah yang membuat PPKG tertarik untuk membedah buku The Climbers .

“Anak muda saat ini adalah ‘pendaki’.  Harapannya mereka termotivasi untuk terus bergerak dan berkarya sampai puncak,” jelas Dr. Retno.

Selain itu, imbuh Dr. Retno, melalui diskusi ini PPKG ingin menanamkan budaya membaca yang sangat penting dimiliki oleh peneliti dalam penulisan artikel terindeks sebagaimana yang tengah digiatkan oleh PPKG melalui Inhouse Training yang dimulai pada Senin (3/2/2020) lalu.

PPKG pun berkomitmen untuk menggelar diskusi serupa dan semakin banyak melibatkan sivitas akademika maupun masyarakat umum. Salah satu kegiatan menyangkut  pemberdayaan perempuan dan bedah buku Kasih Sayang Bukan Matematika  akan digelar untuk memperingati Hari Kartini bulan April mendatang bersama Dharma Wanita UNS. 

Hal ini selaras dengan upaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS dalam mendorong pusat studi melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Prof. Syamsul Hadi, Sekretaris LPPM, mengatakan bahwa pusat studi merupakan media untuk mengurangi jarak antara universitas dengan masyarakat.

Penyerahan sertifikat oleh Prof. Syamsul Hadi, Sekretaris LPPM kepada Prof. Dr. Djokosantoso Moeljono

“Ilmu-ilmu dari perguruan tinggi yang dirasa sulit, harapannya bisa sampai ke ranah paling dasar masyarakat, terimplementasikan secara mudah, dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh mereka,” ujarnya.