Menu Close

UNS – Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar(Seminar Online) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dengan tema “Pendidikan Anak dan Ketahanan Keluarga di Era New Normal” melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung kanal Youtube UNS, Selasa (07/07/2020).

Foto kegiatan webinar hari anak

UNS – Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar(Seminar Online) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dengan tema “Pendidikan Anak dan Ketahanan Keluarga di Era New Normal” melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung kanal Youtube UNS, Selasa (07/07/2020). Kegiatan seminar online dibuka dengan opening remark oleh Kepala  PPKG LPPM UNS Dr. Ir. Retno Setyowati, MS dan dimoderatori oleh Dr. Sri Yamtinah, M.Pd, Seminar online tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Suharno MPd, pakar dan praktisi pendidikan sekaligus Peneliti PPKG, Ir. Naning Pudjijulianingsih, M.Si (Child Protection Specialist UNICEF Perwakilan Jawa Tengah), dan Dra. Retno Sudewi Apt M.Si MM (Kepala DP3AP2KB Propinsi Jawa Tengah).

Seminar online HAN yang diselenggarakan oleh PPKG LPPM UNS diikuti oleh peserta dari Aceh hingga Papua yang join melalui aplikasi zoom meeting dan peserta yang bergabung dalam live youtube UNS. Dr. Suharno, M.Pd mengulas  pola pendidikan anak pada era new normal dan peran keluarga selama anak menempuh pendidikan di rumah. Anak yang hidup di era new normal ini harus dididik dan latih untuk mampu memahami makna, cerdas dalam berkomunikasi dalam bentuk apapun, cakap & kreatif, mampu bekerja dlm budaya  beragam, mampu menalar  ke dalam konsep berdasar data, mampu mengakses dan mengembangkan media baru secara kritis, cerdas dalam berkomunikasi dalam lintas displin ilmu, mampu merancang dan mengembangkan tugas dan  proses kerja, mampu mengolah informasi guna, memaksimalkan fungsi kognitif-nalar, mampu bekerjasama secara virtual. Dengan bekal sebelas kemampuan tersebut, anak-anak akan menjadi hebat walau di situasi Pandemi.

Pemaparan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ir. Naning Pudjijulianingsih MS yang menyampaikan Implemetasi Protokol Perlindungan Anak di Era New Normal. Beliau sebagai narasumber kedua menyampaikan bahwa perlu adanya perlindungan terhadap seluruh anak Indonesia selama masa pandemi Covid-19 dan menyambut era new normal. Hal-hal yang sangat penting menjadi perhatian adalah mengidentifikasi dan mendukung kelompok rentan, memetakan sumberdaya dan meningkatkan kerjasama lintas sektor (K/L dan OPD), memperluas pilihan pengasuhan alternatif dan pencegahan COVID-19, mencegah stigma dan diskriminasi, meningkatkan layanan dukungan psikososial, memperluas layanan untuk menangani kekerasan dalam rumah tangga, serta meningkatkan sumber daya, informasi, penyedia layanan dan piranti.

Narasumber ketiga, Dra. Retno Sudewi, Apt, M.Si., MM menyampaikan mengenai Optimalisasi Ketahanan Keluarga dalam Pendidikan Anak di Era New Normal. Beliau menyampaikan mengenai upaya yang telah dilakukan DP3AP2KB Propinsi Jawa Tengah selama masa pandemik Covid-19 dan menghadapi era new normal. Selain itu penting untuk melakukan aksi-aksi berikut, yaitu tetap di Rumah, terpenuhinya hak perempuan dan anak, menyediakan alat perlindungan diri, menjaga diri ,keluarga, dan lingkungan serta menyebarkan informasi yang benar, termasuk juga aktivasi media komunikasi online.

Pada akhir sesi seminar online, ketiga narasumber memberikan pernyataan bahwa Kemajuan Pendidikan Anak Indonesia diperlukan upaya sinergi dan kerjasama dari seluruh pihak yang terkait. Kerjasama yang baik antar seluruh komponen masyarakat, kemauan untuk terus belajar tanpa mengenal batas waktu dan usia, akan menjadi bekal penting dalam mendampingi anak dan keluarga untuk tetap aman dan berprestasi di masa pandemic.